Jumat, 24 Oktober 2014

Wisuda Ooooh Wisuda ...

Ga terasa gw udah semester 7 di kampus tercinta, dan alhamdulillah nilai pun ga jelek jelek amat walopun semester 6 harus terima kanyataan kalau gw harus dapet nilai C lagi di salah satu mata kuliah yang dosennya paling demen banget ngeramal ngeramal gw dan temen-temen gw dikelas setelah disemester 2, 3, 4 dan 5 gw udah ga pernah dapet nilai C lagi, ya paling mentok dapet nilai B.
Di pertemuan pertama sama dosen-dosen mata kuliah , tiiiiaaaap hari pembukaannya adalah membahas proposal skripsi, sedikit ada yang menakut nakuti tapi ada juga yang memotivasi mahasiswa kelas gw untuk fight hadepin ujian ini. Semalam dosen gw Bu Iin ngadain pengarahan proposal skripsi , bahas detail terkait skripsi dari 0 sampe wisudanya. Anak - anak wajib ngumpulin proposal skripsi paling lambat 30 November 2014, ini hal horror buat gw karena gw pribadi belum dapet wangsit sama sekali terkait judul skripsi yang bakal gw pake, dimana gw harus riset, berapa uang yang harus dikeluarin bla bla bla bla...
Sepanjang jalan gas gw pulang, gw kepikiran banget , gw bingung harus mulai dari mana,judul pajak apa yang bakal gw pake, gimana memanage waktunya antara kerja dengan buat proposal, gimana nanti kalo proposalnya di tolak ( Nauzubillah jangan sampe ), gimana kalo pas sidang gw demam panggung :p , shock tiba tiba, tiba tiba mules atau kebelet pipis
Sempat kepikiran gw mau mundur aja, tapi gw mikir lagi , yang dirumah pengen bangeeeeeeettt gw di wisuda, pengen bangeeett punya anak Sarjana Ekonomi, katanya papa kalo gw diwisuda kebahagiaan papa berasa seperti diberangkatin haji sama anak, Ya Allah, segitu besarnya mereka.Yup berarti gw harus perjuangin itu semuanya demi masa depan gw, kebahagiaan papa mama dengan target lulus di September 2015, dengan begitu kalau Allah menghendaki , dengan gelar dan ilmu yang gw dapet selama bertapa di kampus gw bisa jadi lebih baik, bisa mensejahterakan perekonomian keluarga gw dan bisa berangkatin mama papa haji, Aamiin Allahumma Aamiin..
Ya Allah, Mudahkanlah Proses ini .. Aamiin

Minggu, 14 September 2014

I LOVE YOU SO - MAHER ZAIN

Sekilas.. pas gw lagi nunggu bokap jemput daerah ciputat, ada salah satu departement store yang eksis banget putar lagu lagu religi , dari lagunya opick, haddad alwi, qosidahan tahu 90-an :p , sampai Maher Zain. Yoiii Maher Zain cuy, seorang musisi luar negeri yang paling gw suka, padahal banyak penyanyi/musisi yang suaranya keren, lagunya enak pokonya amazing gitu deh, tapi gw malah kecantol sama musisi ganteng yang satu ini, lagunya itu loh.. lain banget daripada yang lain, dia tuh penyanyi religi yang konsepnya modern, 

Ada 1 lagunya dia yang bikin gw cukup merinding dari sekian banyak lagunya yang gw punya, itu lagu di putar terus terusan .. mungkin gw punya punya tuh lagu di hp gw, tapi semenjak gw ikut odoj gw jadi jarang banget dengerin mp3, gw coba dengerin dengan seksama gw ikutin alur liriknya dan WOW.. gw jatuh cinta sama lagu itu , tanpa pikir panjang gw coba searching itu lagu di google dengan menyisipkan salah satu kalimat yang ada diliriknya, dan alhasil Horeeeeeeeeeeeee ketemu juga akhirnya, ternyata judulnya I Love You So, gw langsung cari di playlist dan ternyata adaaa.. yes yes yes..

Tau gak kenapa gw suka banget sama ini lagu.. Cek liriknya ni

                                             "I Love You So"

I pray to God
My heart, soul, and body
Every single day of my life
With every breath I solemnly promise
To try to live my life for you

O Allah, You did revive my soul
And shone Your light into my heart
So pleasing You is now my only goal
Oh I love You so
I love You so (I love You so)

[Chorus:]
Now I know how it’s like
To have a precious love in my life
Now I know how it feels
To finally be at peace inside
I wish that everybody knew
How amazing it feels to love You
I wish that everyone could see
How Your love has set me free
Set me free and made me strong

O Allah, I’m forever grateful to You
Whatever I say could never be enough
You gave me strength to overcome my uncertainties
And stand firm against all the odds

You are the one who did revive my soul
You shone Your light into my heart
So pleasing You is now my only goal
Oh I love You so
I love You so (I love You so)

[Chorus]

My love, my life, my days, my nights, my wealth, my prayers – all for You [x2]
And I swear that I will never put anyone or anything before You
My love, my life, my days, my nights, my wealth, my prayers – all for You

Yang bikin gw suka banget sama lagu ini ya semata mata karena makna lagu ini lah , garis besar lagu ini berisi puji pujian , rasa syukur , dan janji kepada Allah <3 . pujian2 kepada allah yang disaji dalam bentuk lirik yang sangat simple, enteng tapi jLeb, indah , mudah dicerna tentunya menyentuh buat gw. Gw bersyukur banget di tengah maraknya industri musik yang berkembang masih ada satu musisi yang menyisipkan lirik2 indah seperti ini , mungkin dengan maksud supaya kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik Allah SWT.
Musisi yang kreatif n religius , Salut :)




Senin, 16 Juni 2014

REPOST :Sejak Kapankah Anak-Anak Mulai Ditutup Auratnya?

Soal:
Apa saja aurat anak kecil laki-laki dan perempuan? Dan kapan hendaknya mereka mulai menutup aurat? Dan kapan mulai dipisah tempat tidurnya antara anak laki-laki dan perempuan yang biasanya tidur seranjang tanpa selimut? Dan apakah itu berlaku untuk anak yang masih mahram saja atau yang bukan mahram, baik anak kecil maupun anak yang sudah dewasa? Saya sudah mencari pendapat-pendapat para ulama dalam masalah ini dan di sana ada khilaf yang sangat panjang pembahasannya. Maka saya minta penjelasan pendapat yang rajih dalam masalah ini yang tidak diragukan lagi bahwa itu kebenaran. Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.
Jawab:
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:
Batasan aurat anak kecil laki-laki dan perempuan tidak disebutkan dalam dalil-dalil Al Qur’an dan Sunnah secara tegas. Namun pembahasan hal ini dilandasi firman Allah Ta’ala:
أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ
atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita” (QS. An Nuur: 31)
dan hadits,
مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع.
perintahkan anak-anak kalian untuk shalat ketika berusia 7 tahun
Atas dasar ini, maka nampaknya yang paling mendekati kebenaran adalah pendapat Madzhab Hambali mengenai batasan aurat anak kecil, dan rinciannya sebagaimana dipaparkan dalam Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah,
لا عورة للصغير الذي لم يبلغ سبع سنين فيباح النظر إليه ومس جميع بدنه، وابن سبع إلى عشر عورته الفرجان فقط، في الصلاة وخارجها، وبنت سبع إلى عشر عورتها في الصلاة ما بين السرة والركبة ويستحب لها الاستتار وستر الرأس كالبالغة احتياطا، وأمام الأجانب عورتها جميع بدنها إلا الوجه والرقبة والرأس واليدين إلى المرفقين والساق والقدم وبنت عشر كالكبيرة تماما. انتهى.
“Tidak ada aurat bagi anak kecil yang belum berusia 7 tahun, maka boleh dilihat dan dipegang seluruh bagian badannya. Dan anak kecil laki-laki usia 7 sampai 10 tahun, auratnya adalah kemaluannya saja. Baik dalam shalat maupun di luar shalat. Adapun anak kecil perempuan usia 7 sampai 10 tahun auratnya dalam shalat adalah antara pusar hingga lutut. Dan dianjurkan baginya untuk menutup seluruh aurat dan memakai jilbab sebagaimana wanita baligh, dalam rangkaihthiyath (berhati-hati). Adapun auratnya (anak kecil wanita 7-10 tahun) di depan lelaki ajnabi (yang bukan mahramnya) adalah seluruh badannya, termasuk kepala, leher, kedua tangan hingga siku, betis, dan kaki. Dan anak perempuan usia 10 tahun auratnya sama sebagaimana wanita dewasa” [selesai]
Dan kami tidak paham maksudnya perkataan anda “tidur seranjang tanpa selimut”. Jika maksudnya mereka tidur di kasur yang sama dengan keadaan auratnya terbuka, maka penjelasan tentang aurat sudah kami paparkan barusan. Adapun soal tidur, maka hukum tidurnya anak kecil dengan sesama anak kecil hukumnya boleh sampai ia berusia 10 tahun. Lalu setelah 10 tahun wajib di pisah berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
وفرقوا بينهم في المضاجع. رواه أحمد وأبو داود.
“dan pisahkan mereka di tempat-tempat tidur mereka” (HR. Ahmad, Abu Daud)
Al Munawi dalam Syarah Al Jami’ Ash Shaghir berkata: “maksudnya, pisahkan anak-anakmu di tempat-tempat tidur mereka, tempat dimana mereka tidur, jika mereka sudah berusia 10 tahun. Dalam rangka menjauhkan dari penyimpangan syahwat walaupun mereka bersaudara”. Lihat juga fatwa nomor 23210.
Adapun tidurnya orang dewasa dengan anak kecil maka ini hukumnya berbeda-beda tergantung keadaannya. Apakah yang tidur itu lelaki dengan lelaki atau wanita dengan wanita. Atau apakah anak kecilnya di bawah 10 tahun ataukah di atas 10 tahun. Namun secara ringkas kami sebutkan apa yang ada di Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah:
نص الحنفية على أنه يفرق بين الصبيان وبين الرجال والنساء في المضاجع لأن ذلك يدعو إلى الفتنة ولو بعد حين، وذكر ابن عابدين نقلا عن البزازية: إذا بلغ الصبي عشرا لا ينام مع أمه وأخته وامرأة إلا امرأته، وهذا خوفا من الوقوع في المحذور. فإن الولد إذا بلغ عشرا عقل الجماع ولا ديانة له ترده فربما وقع على أخته أو أمه فإن النوم وقت راحة مهيج للشهوة وترتفع فيه الثياب عن العورة من الفريقين، فيؤدي إلى المحذور وإلى المضاجعة المحرمة، وكذلك لا يترك الصبي ينام مع والديه في فراشهما لأنه ربما يطلع على ما يقع بينهما بخلاف ما إذا كان نائما وحده أو مع أبيه وحده أو البنت مع أمها وحدها. ولا يترك أيضا أن ينام مع رجل أو امرأة أجنبيين خوفا من الفتنة، ولاسيما إذا كان صيبحا فإنه وإن لم يحصل في تلك النومة شيء فيتعلق به قبل الرجال أو المرأة فتحصل الفتنة بعد حين، ومن لم يحتط في الأمور يقع في المحذور، وقال المالكية إن تلاصق بالغ وغير بالغ بغير حائل فحرام في حق البالغ مكروه في حق غيره، والكراهة متعلقة بوليه، وأما بحائل فمكروه في حق البالغ إلا لقصد لذة فحرام.
وأما رجل وأنثى فلا شك في حرمة تلاصقهما تحت لحاف واحد ولو بغير عورة، ولو من فوق حائل لأن الرجل لا يحل له الاختلاط بالأنثى فضلا عن تلاصقهما
“Madzhab Hanafi berpendapat wajibnya memisahkan antara anak kecil laki-laki dan wanita di tempat tidur mereka karena hal itu bisa menimbulkan fitnah (keburukan) walaupun keburukannya itu akan muncul beberapa di masa yang akan datang. Ibnu Abidin menukil perkataan Al Bazaziyyah: ‘jika anak kecil sudah berusia 10 tahun maka tidak boleh tidur bersama ibunya atau saudara perempuannya kecuali kalau dia perempuan. karena dikhawatirkan akan terjerumus pada perkara yang dilarang. Karena seorang anak jika sudah berusia 10 tahun ia mulai bisa memahami soal jima’ dan ketika itu ia belum memiliki agama yang kokoh yang bisa menghalaunya dari hal itu. Maka terkadang pikiran tersebut muncul dari ketika melihat ibunya atau saudaranya tidur. Karena tidur itu adalah saatnya istirahat, yang bisa memicu syahwat. Dan ketika itu pakaian tersingkap dan terlihatlah aurat dari dua keduanya. Maka hal ini bisa menyeret pada perkara yang terlarang di tempat tidur. Demikian juga, jangan biarkan anak tidur bersama kedua orang tuanya di ranjang mereka karena terkadang ia akan melihat apa yang dilakukan kedua orang tuanya. Hal ini tidak terjadi jika si anak tidur sendirian saja, atau hanya bersama ayahnya saja, anak wanita bersama anaknya saja.
Dan jangan biarkan juga si anak tidur bersama laki-laki atau wanita ajnabi (yang bukan mahram) karena dikhawatirkan terjadi fitnah. Karena walaupun tidak terjadi apa-apa ketika tidur saat itu, namun dikhawatirkan si anak memiliki keterkaitan hati dengan laki-laki atau wanita tadi, lalu terjadi fitnah di masa mendatang.
Barangsiapa yang tidak serius memperhatikan hal-hal seperti ini akan terjerumus pada perkara yang terlarang. Ulama Malikiyyah berkata, jika seorang yang baligh tidur berdampingan dengan anak yang belum baligh tanpa pemisah maka hukumnya haram bagi si baligh dan makruh bagi si anak. Dan hukum makruh ini dibebankan kepada walinya. Adapun jika ada penghalang (pemisah) maka makruh bagi si baligh, kecuali jika ia ingin bernikmat-nikmat maka haram.
Adapun wanita dan laki-laki tidur berdampingan di bawah satu selimut, maka tidak diragukan lagi keharamannya, walaupun tidak menyentuh aurat. Demikian juga walaupun ada penghalang, karena seorang lelaki tidak dihalalkan ikhtilath (berduaan) dengan wanita, maka lebih lagi jika sampai tidur berdampingan’”. [selesai].
Wallahu a’lam.
Sumber: Fatwa Islamweb.Net (yang dibina oleh Syaikh Abdullah Al Faqih)
Penerjemah: Yulian Purnama
Artikel Muslimah.Or.Id

Selasa, 06 Mei 2014

My Life, My Soul, Keep Hamasah Keep Istiqomah

Assalamu'alaikum Warahmatullahiwabarakatuh..

Yap.. sudah lama aku tidak membuka blog ini, bisa jadi karena aku lupa kalau aku punya blog pribadi ( pengganti buku diaryku :) , ada yang mau aku share disini.. yakni 1 kejadian yang ga pernah aku pikirkan sebelumnya.
Dari kecil ibu dan ayahku tidak pernah mempermasalahkan penampilanku asalkan aku bisa menjaga diri lahir batin, yang penting sholat 5 waktuku di lakukan terus, tidak putus bertilawah dan belajar makna yang terkandung di dalam Qur'annya,..kala itupun aku sangat nyaman dengan penampilanku yang cukup fashionable, aku berpenampilan seperti itu hingga umurku 18 tahun ( 2008 ), namun seiring berjalannya waktu disaat aku sedang menikmati masa itu, kejadian demi kejadian ( yah, itu mungkin teguran dari Allah ) aku merasa terpuruk dan makin terpuruk, marasa tidak akan ada yang bisa membantuku untuk menyelesaikan semua permasalahan yang aku alami saat itu, aku merasakan depresi yang amat sangat, namun kala itu tiba-tiba ada dorongan tersendiri untuk berubah, berubah jadi yang lebih baik tentunya, tiap tidurku aku selalu bermimpi seperti ada yang sedang mengaji dan bershalawat, sampai aku bermimpi buruk tentang orang tuaku, Ya Allah aku berfikir saat itu,, ada apa ini apa yg harus aku lakukan ? keesokan harinya entah ada angin darimana ibuku membelikanku 3 buah kerudung segi empat dengan corak yang bagus, beliau memintaku untuk memakainya dan lebih mendekatkan diri kepada Allah, dan katanya aku akan semakin cantik memakai itu. Aku benar- benar berfikir saat itu, apakah ini jawabannya ? apakah dengan aku memakai hijab dan menuruti apa kata ibuku semua kegalauan , keterpurukan yang aku rasakan akan bisa teratasi ? yap.. tanpa pikir - pikir lagi aku memulainya.. memulai untuk berhijab , Bismillahirohmanirrohiim

Aku mulai memakai hijab di awal tahun 2009 , tapi ya begitu .. aku masih sangat asal - asalan memakai hijab kala itu, dengan balutan kaos panjang , celana jeans, sepatu kets dan hijab penuh dengan lilitan, penampilan seperti itu aku jalani berlangsung cukup lama, hingga akhirnya lagi lagi aku kembali merasakan kegalauan yang teramat sangat, aku merasa malu jika orang memperhatikanku, makin kesini makin merasa sangat malu, aku merasa sudah sangat tertutup namun entah orang - orang, khususnya para ikhwan jika memperhatikanku seperti ada sesuatu. Aku semakin merasa ada yang salah dengan penampilanku. Hingga suatu ketika aku menyaksikan tayangan di salah satu televisi swasta, ada sosok akhwat yang cantik, anggun, dengan makeup seadanya dan tentunya tertutup sekali, yap Oki Setiana Dewi, teduh sekali aku melihatnya, dengan balutan gamis dan kerudung ekstra lebar entah mengapa aku nyaman melihatnya. setelah menyaksikan itu aku makin gencar ingin tahu lebih dalam sosok akhwat sholehah yang satu ini, beliau menginspirasi sekali. Hingga akhirnya aku putuskan ingin seperti Beliau, berpenampilan syar'i nan teduh dan anggun tentunya Subhanallah.
Akhirnya pakaianku yang dulu kutinggalkan, kerudung-kerudung tipis yang biasanya kupakai hanya 1 rangkap, kini ku coba untuk memakai 2 rangkap agar tidak terlihat dalamnya. kaos-kaospun aku tinggalkan dan aku beralih ke pakaian Tunik ekstra besar serta rok rample. ternyata tak mudah memang, dari segi hati aku sangat mantap dengan perubahan ini, namun dari segi materi , yah aku hanya bisa membeli sebulan sekali itupun jikan ada sisa lebih. Tapi tak apalah aku hanya tinggal pintar2 memodifikasi pakaian2 muslim lamaku , bagaimana caranya supaya aku benar - benar tertutup auratnya .
Yah, seperti inilah aku sekarang, walaupun , belum maksimal tapi aku masih belajar belajar dan menjalani proses hijrahku menjadi lebih syar'i, aku tak peduli dengan omongan negatif orang, aku tak peduli dengan komentar jika aku terlihat sangat tua dengan pakaianku saat ini, aku tak peduli jika aku tak cantik dimata mereka.. sekali lagi aku tak peduli . karena yang berhak menjudge aku hanya Allah, biarlah aku jelek dimata mereka, namun disini aku berusaha untuk cantik untuk Allah, krn aku Cinta Allah aku cinta agamaku dan aku merasakan ekstra kenyamanan lahir batin.
Aku tak akan berhenti untuk belajar, belajar menjadi yang lebih baik dalam hal apapun , jadi anak mama papa yang sholehah terutama. Saat proses inipun aku tak luput akan kesalahan, tapi aku yakin , Allah selalu bersamaku, aku akan belajar dari kesalahanku untuk menjadi muslimah yang lebih baik lagi dimata Orang sekitar dan Allah tentunya, 
Bismillahirrohmanirrohiim.. Ya Allah Mudahkanlah aku ..Aamiin :)

Jumat, 10 Januari 2014

Wanita Dalam Islam :)

PERANAN WANITA DAN KEBANGKITAN UMMAT ISLAM MASA KINI
Penulis : Dr. Yusuf Al-Qardhawi
 
PERTANYAAN
 
Apakah benar ada masa kebangkitan bagi ummat Islam?
 
Jika ada, bagaimana peranan wanita dalam Islam  secara  umum
dan   pandangan   terhadap  wanita  karier,  dan  bagi  yang
berpendidikan tinggi pada khususnya?
 
JAWAB
 
Tidak dapat diragukan  lagi,  bahwa  kita  hidup  dalam  era
kebangkitan  Islam, setelah sekian lama kaum Muslimin berada
dalam keadaan tidak sadar  dan  lelap  dalam  tidurnya  yang
berkepanjangan,    seperti   halnya   kaum   Kahfi,   dimana
musuh-musuh mereka mengintervensi dari Barat, Timur, Selatan
dan  Utara.  Kemudian  menjajah  dan  menguasainya, sehingga
dengan mudah menjatuhkan mereka dari agamanya, yaitu  Islam.
Lalu   diganti   secara   paksa   peraturan-peraturan  baru,
hukum-hukum baru, baik dalam masalah politik maupun sosial.
 
Hal-hal yang demikian itu terjadi pada  saat  kaum  Muslimin
dalam   keadaan  tidak  sadar.  Kemudian  berkat  perjuangan
ahli-ahli fiqih dan dakwah, maka terjadilah pembaruan  untuk
membangun pusat dakwah Islamiah dan perorangan di mana-mana.
 
Dengan  takdir  Allah,  maka  terjadilah  kebangkitan  ummat
Islam. Hal ini sudah  biasa  bagi  ummat  Islam  dan  sesuai
dengan  sifatnya,  bahwa  ummat  Islam  tidak  mungkin  mati
selamanya, tanpa  bangkit  kembali.  Karenanya,  agama  yang
hidup  mengharuskan  ummatnya  hidup;  dan  Allah swt. dalam
setiap  masa  selalu  mengangkat  seseorang,  untuk  membawa
keharuman agama bagi ummatnya.
 
Dalam  setiap  masa  selalu  timbul  di  tengah-tengah ummat
Islam, orang-orang  yang  membela  kebenaran,  walau  bahaya
menentangnya,  sampai  datangnya hari Kiamat. Maka dari itu,
keluarlah  suara-suara  untuk  mengajak  bagi  ditegakkannya
kebenaran  dan dipraktekkannya agama Islam secara utuh serta
pembaruan, sebagaimana dapat dirasakan seperti sekarang ini.
 
Sebenarnya, kebangkitan ini meliputi semua  aspek.  Sebagian
orang  mengira  di  saat  permulaan  hanya  suara  saja yang
timbul, disebabkan oleh  perasaan  dan  semangat.  Sementara
kenyataan  menjadi  sebaliknya,  setiap waktu bertambah kuat
semangat yang menyala, perasaan yang hidup  dalam  kesadaran
pada  agama  tersebut,  dan  kebangkitan berdasarkan pikiran
yang sehat, setelah  lama  hidup  jauh  dari  kemurnian  dan
kebenarannya.  Sadar  akan  akibat dan keadilannya di segala
bidang.
 
Sungguh telah berubah  semua  perasaan  dan  simpatik,  yang
dulunya   di   bawah   naungan   gerakan   Nasionalisme  dan
Sosialisme,   serta   lain-lainnya,   dari    aliran    yang
bertentangaan   dengan  agama.  Maka,  pikiran-pikiran  yang
semula dipengaruhi oleh  paham-paham  yang  bukan  bersumber
pada  Islam, karena belum paham terhadap Islam, sekarang ini
mereka sadar akan kebenaran dan kemurnian dari ajaran Islam.
Mereka  paham  bahwa  Islam  itu  bukan  ibadat saja, tetapi
menyangkut  segi  akidah,  akhlak   yang   luhur,   muamalah
(jual-beli) yang baik, dan hukum-hukum yang telah ditetapkan
Allah. Bahkan Islam itu adalah amanat dan risalah yang dapat
mengatur kehidupan manusia sebelum lahirnya manusia, sesudah
lahir, ketika masih berupa janin, di waktu hidup dan  ketika
mati. Begitu juga di waktu bangkit kembali.
 
Kcbangkitan  ini  termasuk  kebangkitan berpikir. Kita telah
melihat buku-buku yang telah ditulis  oleh  ahli-ahli  pikir
dan  penulis-penulis  terkenal.  Di  mana-mana,  terutama di
perpustakaan, penuh dengan bermacam-macam buku  yang  dibaca
para  generasi  muda  Islam,  mulai  dari yang berpendidikan
rendah   sampai   yang    berpendidikan    tinggi,    mereka
mempelajarinya secara mendalam.
 
Adapun masa kemunduran dan bekunya pikiran adalah disebabkan
oleh banyak hal, diantaranya ialah:
 
Pada  masa  itu  banyak  pikiran-pikiran  yang  condong  dan
menganggap harus ikut peradaban Barat di segala bidang.
 
Tiada jalan bagi kemajuan, kecuali mengambil peradaban Barat
secara keseluruhan, baik, buruk, pahit dan  manis.  Sehingga
para   simpatisan   giat   mencari  dalil  untuk  menguatkan
kedudukan dan peradaban orang  asing;  bahkan  hal-hal  yang
tidak  sesuai  dengan  peraturan mereka, dicela dan dianggap
tidak sempurna, misalnya dalam masalah talak, riba, poligami
dan sebagainya.
 
Sekarang  ini  lain  halnya,  semua  masalah dihadapi dengan
bahasa ilmiah dan pikiran yang sehat, walaupun mereka  dalam
masa  kemajuan telah mencapai bulan dan dengan mudah manusia
dapat menikmati hidup yang mewah, tetapi mereka gagal  dalam
membina   ketenangan  jiwanya.  Mereka  hanya  memperhatikan
sarana bagi sesuatu, tetapi mereka mengabaikan tujuan  luhur
dari kehidupan ini, dan itu hanya bisa diarahkan oleh Islam.
 
MASALAH YANG TIDAK DAPAT DIJAWAB
 
Peradaban  masyarakat  Barat tidak dapat menjawab pertanyaan
berikut ini: Untuk apakah manusia ini hidup, dari  mana  dan
hendak ke mana mereka pergi?
 
Peradaban   Barat   tidak   dapat  memberi  kebahagiaan  dan
kesejahteraan bagi manusia. Maka Islamlah satu-satunya agama
alternatif    yang   dapat   mengungkapkan   kelemahan   dan
ketidakmampuan mereka dalam menghadapi  tantangan  kehidupan
yang  menuju  ke  arah  kesejahteraan  di  dunia  maupun  di
akhirat. Islamlah yang dapat menjawab dan  memecahkan  semua
permasalahan, baik masalah politik, sosial dan lainnya.
 
PERANAN KAUM INTELEKTUAL
 
Perhatian  akan  masalah-masalah  Islam  tidak saja terbatas
kepada orang-orang berusia lanjut, bahkan tampak lebih besar
perhatian   semangatnya   di   kalangan   para  pelajar  dan
ilmuwannya,  baik  laki-laki  maupun  wanita.  Mereka   giat
mempelajari  masalah-masalah  Islam  dan mempraktekkannya di
masjid dan tempat-tempat ibadat lainnya yang selalu dipenuhi
oleh segenap lapisan ummat Islam.
 
PERANAN WANITA
 
Jika  kita  membaca Al-Qur'an, maka dapat kita ketahui bahwa
penciptaan Nabi Adam as. bersamaan  dengan  ibu  Hawa,  yang
berfungsi sebagai istri dan kawan hidup beliau.
 
Kita  mengetahui  kisah  istri  Fir'aun, yang dapat mencegah
Fir'aun  dalam  niatnya  untuk  membunuh   Nabi   Musa   as.
Sebagaimana tercantum dalam firman Allah swt.:
 
  "Dan berkatalah istri Fir'aun, '(Ia) biji mata
  bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya,
  mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita
  pungut menjadi anak, sedangkan mereka tidak
  mzenyadari." (Q.s. Al-Qashash: 9).
 
Kita  simak  kisah  dimana  ada  dua  wanita di kota Madyan,
keduanya putri Asy-Syekh Al-Kabir,  yang  diberi  air  minum
oleh   Nabi   Musa   as.   Kemudian  kedua  wanita  tersebut
mengusulkan kepada ayahnya, supaya memberi pekerjaan  kepada
Nabi   Musa   as.   karena  beliau  memiliki  amanat  (dapat
dipercaya) dan fisiknya kuat. Sebagaimana yang tertera dalam
firman Allah swt.:
 
  "Salah seorang dari kedua wanita itu berkata,
  'Wahai Bapakku, ambillah dia sebagai orang yang
  bekerja (kepada kita), karena sesungguhnya orang
  yang terbaik, yang kamu ambil untuk bekerja
  (kepada kita) ialah orang yang kuat dan dapat
  dipercaya'." (Q.s. Al-Qashash: 26).
 
Kita  simak  lagi  kisah  ratu  Balqis di negeri Yaman, yang
terkenal adil dan memiliki jiwa demokrasi. Ratu ini  setelah
menerima  surat  dari  Nabi  Sulaiman as. yang isinya seruan
untuk taat kepada Allah dan menyembah kepada-Nya,  lalu  dia
meminta  pendapat  kepada  kaumnya  dan  bermusyawarah untuk
mengambil sebuah putusan bersama.
 
Firman Allah swt.:
 
  "Berkata dia (Balqis), 'Hai para pembesar, berilah
  aku pertimbangan dalam urusanku (ini), aku tidak
  pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu
  berada dalam majelis(ku).'
 
Mereka menjawab,  'Kita  adalah  orang-orang  yang  memiliki
kekuatan  dan  (juga)  memiliki  keberanian  yang luar hiasa
(dalam peperangan), dan keputusan berada di  tanganmu;  maka
pertimbangkanlah   yang   akan   kamu  perintahkan'."  (Q.s.
An-Naml: 32-3).
 
Kemudian dia berkata,  sebagaimana  yang  telah  difirmankan
Allah swt.:
 
  "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu
  negeri niscaya mereka membinasakannya, dan
  menjadikan penduduknya yang terhormat jadi hina;
  dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat."
  (Q.s. An-Naml: 34).
 
Kesimpulan   dari   pendapat   ratu   tersebut  ialah  bahwa
penguasa-penguasa di dunia ini jika mereka hendak  menguasai
suatu  negeri,  maka  mereka  akan  merusak  dua  hal, yaitu
merusak negara dan moral penduduknya.
 
Oleh  karena  itu,  di  dalam  Al-Qur'an  telah   disebutkan
nama-nama wanita selain wanita-wanita yang tersebut di atas,
yang  ada   hubungannya   dengan   kisahnya   masing-masing.
Misalnya, ibu Nabi Isa as, Maryam Al-Batul.
 
PERANAN WANITA PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW.
 
Adapun  peranan wanita pada masa hidupnya Nabi Muhammad saw.
yang kita kenal ialah yang memelihara Nabi saw, yaitu Aminah
ibu  beliau;  yang menyusuinya, Halima As-Sa'diyah; dan yang
menjadi hadina (pengasuh) bagi beliau, Ummu Aiman r.a.  dari
Habasyah.
 
Nabi  saw.  telah  bersabda, "Bahwa dia adalah ibuku setelah
ibuku sendiri."
 
Kemudian kita  kenal  Siti  Khadijah  binti  Khuwailid  r.a,
wanita  pertama  yang  beriman dan membantunya, Siti Aisyah,
Ummu Salamah, dan lain-lainnya,  dari  Ummahaatul  Mukmtniin
(ibu  dari  kaum  Mukmin), istri-istri Nabi, dan istri-istri
para sahabat Rasulullah saw.
 
AKTIVITAS WANITA MASA KINI
 
Sebenarnya, usaha (kiprah) kaum wanita cukup  luas  meliputi
berbagai  bidang,  terutama  yang berhubungan dengan dirinya
sendiri, yang diselaraskan dengan Islam, dalam segi  akidah,
akhlak dan masalah yang tidak menyimpang dari apa yang sudah
digariskan atau ditetapkan oleh Islam.
 
Wanita  Muslimat  mempunyai   kewajiban   untuk   memperkuat
hubungannya   dengan  Allah  dan  menyucikan  pikiran  serta
wataknya dari sisa-sisa pengaruh pikiran Barat.
 
Harus mengetahui cara menangkis serangan-serangan  kebatilan
dan syubuhat terhadap Islam.
 
Harus     diketahui     dan     disadari     hal-hal    yang
melatarbelakanginya, mengapa dia harus menerima separuh dari
bagian  yang  diterima oleh kaum laki-laki dalam masalah hak
waris? Mengapa saksi seorang  wanita  itu  dianggap  separuh
dari  laki-laki?  Juga  harus  memahami hakikatnya, sehingga
iman  dan  Islamnya  bersih,  tiada   keraguan   lagi   yang
menyelimuti benak dan pikirannya.
 
Dia harus menjalankan secara keseluruhan mengenai akhlak dan
perilakunya, sesuai  dengan  yang  dikehendaki  oleh  Islam.
Tidak  boleh  terpengaruh  oleh  sikap  dan  perilaku wanita
non-Muslim atau berpaham Barat.  Karena  mereka  bebas  dari
pikiran  dan  peraturan-peraturan  sebagaimana yang ada pada
agama Islam. Mereka tidak terikat  pada  perkara  halal  dan
haram, baik dan buruk.
 
Banyak  diantara kaum wanita yang meniru mereka secara buta,
misalnya memanjangkan kuku yang  menyerupai  binatang  buas,
pakaian  mini,  tipis (transparan), atau setengah telanjang,
dan sebagainya. Cara yang demikian itu adalah  meniru  orang
yang buta akan hal-hal terlarang.
 
Nabi saw. telah bersabda:
 
  "Janganlah kamu menjadi orang yang tidak mempunyai
  pendirian dan berkata, 'Aku ikut saja seperti
  orang-orang itu. Jika mereka baik, aku pun baik;
  jika mereka jahat, aku pun jadi jahat.' Tetapi
  teguhkan hatimu dengan keputusan bahwa jika
  orang-orang melakukan kebaikan, maka aku akan
  mengerjakannya; dan jika orang-orang melakukan
  kejahatan, maka aku tidak akan mengerjakan."
 
PERANAN WANITA DALAM KELUARGANYA
 
Di  dalam  Al-Qur'an  telah  ditetapkan, semua penetapan dan
perintah ditujukan kepada kedua pihak, laki-laki dan wanita,
kecuali  yang  khusus  bagi  salah satu dari keduanya. Maka,
kewajiban  bagi  kaum  wanita  di  dalam  keluarganya  ialah
menjalankan apa yang diwajibkan baginya.
 
Jika dia sebagai anak, kemudian kedua orangtuanya atau salah
satunya menyimpang dari batas  yang  telah  ditentukan  oleh
agama,  maka dengan cara yang sopan dan bijaksana, dia harus
mengajak kedua orangtuanya kembali ke jalan yang baik,  yang
telah  menjadi  tujuan  agama,  disamping  tetap menghormati
kedua orangtua.
 
Wajib  bagi  setiap  wanita  (para  istri),  yaitu  membantu
suaminya  dalam  menjalankan  perintah agama, mencari rezeki
yang halal, menerima dan mensyukuri yang dimilikinya  dengan
penuh kesabaran, dan sebagainya.
 
Wajib  pula  bagi  setiap  ibu,  mengajar  anak-anaknya taat
kepada  Allah,  yakni  dengan  menjauhi   larangan-Nya   dan
menjalankan    perintah-Nya,   serta   taat   kepada   kedua
orangtuanya.
 
Kewajiban bagi setiap wanita  terhadap  kawan-kawannya  yang
seagama,  yaitu  menganjurkan  untuk membersihkan akidah dan
tauhidnya dari pengaruh di luar Islam; menjauhi  paham-paham
yang  bersifat  merusak  dan menghancurkan sendi-sendi Islam
dan  akhlak  yang  luhur,  yang  diterimanya  melalui  buku,
majalah, film, dan sebagainya.
 
Dengan   adanya   tindakan-tindakan   di  luar  Islam,  yang
ditimbulkan oleh sebagian kaum Muslimin terhadap wanita yang
kurang bijaksana dan insaf, maka hal inilah yang menyebabkan
terpengaruhnya   mereka    pada    peradaban    Barat    dan
paham-pahamnya.
 
Harus  diakui,  bahwa  hak-hak wanita di sebagian masyarakat
Islam belum diberikan secara penuh.
 
Harus diketahui pula, bahwa suara pertama dari  kaum  wanita
dalam  menguatkan  dakwah  dan  risalah  Muhammad saw. ialah
suara Khadijah binti Khuwailid r.a. kepada Rasulullah saw.:
 
  "Demi Allah, Tuhan tidak akan mengecewakan engkau
  sama sekali. Sesungguhnya engkau bersilaturrahmi,
  menghubungi keluarga dan mengangkat beban berat,
  memberi kepada orang yang tidak punya, menerima
  dan memberi (menghormati) kepada tamu, serta
  menolong orang-orang yang menderita."
 
Orang pertama yang berperan sebagai syuhada ialah  Ummu  Amr
binti  Yasir  Ibnu  Amar  yang  bernama  Samiah, dia bersama
suaminya disiksa,  agar  mereka  keluar  dari  agama  Islam.
Tetapi  mereka  tetap  bertahan dan sabar, sehingga dia mati
syahid bersama suaminya.
 
Ketika Rasulullah saw. melintasi mereka, dan melihat  mereka
dalam  keadaan disiksa, lalu Rasulullah saw. berkata kepada
mereka, "Sabarlah wahai Al-Yasir,  sesungguhnya  kita  nanti
akan bertemu di surga."

**Artikel ini merupakan artikel lepas yang ditulis
oleh Dr. Yusuf Al-Qardhawi. Dikutip dari Majalah "Al-Ummah,"
no.  66,  Pebruari  1986,  hlm.  40-5. Dimuatnya artikel ini
menurut hemat kami amat layak. (Penerjemah).

sumber http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Fatawa/PerananWanita.html

Lagu Astrid " Terpukau "

Aku memang belum beruntung
Untuk menjatuhkan hatimu
Aku masih belum beruntung
Namun tinggi harapanku
Tuk hidup berdua denganmu
Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
Aku sungguh sangat bermimpi
Untuk mendampingi hatimu
Ku masih terus bermimpi
Sangat besar harapanku
Tuk hidup berdua denganmu
Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
Denganmu aku sempurna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat
Denganmu aku sempurna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
------------------------------------------------------------------
lagu indonesia yang cukup keren dan sejuk kalo gw denger.. dengerin lagu ini sambil pejamkan mata, terbayang .. ya benar-benar terbayang sesuatu entah akan bisa terulang lagi atau ga.. hahaha ngarep banget ya gw..
tapi yang jelas emang ni lagu menurut gw cukup berbobot dan punya prestasinya.. ga cuma lirik lagunya yg enak banget di denger tapi suara khas si penyanyi menyempurnakan lagu itu.. keren.. bener - bener keren.
Yah, gw harap penyanyi2 sekarang gak hanya jual tampang sama body yang ok.. tapi prestasi yg harus ditonjolkan seperti penyanyi-penyanyi zaman baheula.. seperti Nicky Astria , Nike Ardilla, sheila on 7, base jam, dan sebagainya .
yup.. sukses untuk Kak Astrid dan semoga lagu-lagu indonesia kita makin berjaya dan berkualitas di negara sendiri maupun internasional, jangan mau kalah yaa sama lagu - lagu barat dan korea :)
_Nia_

Kamis, 09 Januari 2014

HIJAB ITU KEWAJIBAN TIAP MUSLIMAH



Hijab itu Kewajiban Muslimah (termasuk) PolwanSaya kaget bukan kepalang tatkala mendapatkan satu tautan tentang pernyataan Wakapolri berkaitan dengan isu yang sedang hangat yaitu polwan berhijab; “Komjen Oegroseno: Polri Organisasi Resmi Negara, Bukan Arisan Ibu-ibu RT/RW”. Suatu pernyataan yang bukan hanya tendensius tapi juga sarat dengan olok-olokan terhadap perintah Allah dalam agama Islam yaitu agar setiap manusia menutupi auratnya termasuk Muslimah dengan pakaian penutup aurat.
Supaya adil dan tetap berbaik sangka, mari kita baca dua berita dari detik.com sebagaimana saya lampirkan dibawah ini
Jumat, 29/11/2013 19:52 WIB “Beredar Kabar Polri Larang Sementara Polwan Berjilbab”
Jakarta – Tersiar kabar adanya Telegram Rahasia (TR) yang berisi pelarangan sementara bagi Polwan yang ingin menggunakan jilbab. Kabar ini tentu bertolak belakang dengan pernyataan Kapolri Jenderal Sutarman yang mempersilakan Polwan untuk berjilbab.
Anggota Kompolnas Hamidah Abdurrahman menyatakan, kabar tersebut benar adanya. Namun Hamidah sendiri belum melihat langsung isi surat yang menyatakan Polwan untuk tidak dulu mengenakan jilbab sampai dengan keluar payung hukum yang mengatur mengenai itu.
“Yang menandatangani itu Pak Wakapolri,” kata Hamidah saat dihubungi wartawan, Jumat (29/11/2013).
Dari informasi yang diterimanya, isi surat menyatakan perlu diatur lebih lanjut mengenai pengenaan jilbab di lingkungan Polri. Surat tersebut disebar ke masing-masing Kapolda.
“Tentu sangat disayangkan, karena ini bertolak-belakang dengan pernyataan Kapolri sebelumnya yang mempersilakan Polwan mengenakan jilbab, Kapolri tidak konsisten,” katanya.
Dihubungi terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Ronny F Sompie membantah perihak surat larangan berjilbab tersebut. “Enggak ada larangan, itu kan hak asasi manusia,” ujar Ronny.
Meski belum ada aturan baku mengenai pengenaan jilbab, imbuh Ronny, para Polwan tersebut secara aturan berjilbab diharapkan mengacu kepada peraturan berjilbab di Aceh

Minggu, 01/12/2013 11:00 WIB “Penundaan Jilbab Bagi Polwan; Komjen Oegroseno: Polri Organisasi Resmi Negara, Bukan Arisan Ibu-ibu RT/RW”
Jakarta – Wakil Kapolri Komjen Oegroseno tegas menyatakan penundaan penggunaan jilbab di kalangan Polwan hingga ada payung hukum yang mengatur hal tersebut. Penundaan itu dikarenakan polisi merupakan organisasi resmi negara.
“Polri itu organisasi resmi negara, bukan organisasi arisan ibu-ibu RT/RW,” ujar Oegro saat dihubungi detikcom, Minggu (1/12/2013).
Bukankah bisa mengacu pada tata cara penggunaan jilbab di Polda Aceh yang sudah lama berlaku? “Mengacu pun itu juga harus pakai peraturan Kapolri (Perkap),” jawab Oegro.
Komjen Oegro membandingkan peraturan tersebut dengan aturan-aturan lain yang mengikat setiap personel Polri.
“Sama dengan anggota Polri boleh bersenjata api, apakah anggota Polri diizinkan beli senjata sendiri dan menyimpan sendiri?” tanya Oegro.
“Kan harus ada aturan yang mengatur, yaitu peraturan Kapolri,” imbuhnya.
Komjen Oegroseno membenarkan pihaknya mengeluarkan surat edaran terkait penggunaan jilbab di kalangan Polwan. Surat tersebut berisi mengenai ketentuan penggunaan jilbab nanti di lingkungan kepolisian.
Sebagaimana yang kita ketahui, Polri memang sebuah lembaga negara, dan memang memiliki aturan tersendiri namun yang perlu kita pertanyakan pertama-tama adalah apakah lantas aturan yang Polri itu layak diutamakan dan layak didahulukan daripada aturan Allah Swt?
Semua Muslim jelas mengakui bahwa Allah itu yang menciptkan alam semesta termasuk manusia, lalu memerintahkan semua manusia agar menyembah kepada-Nya secara penuh, karena kepada-Nya setiap jiwa akan dikembalikan dan diminta pertanggungjawaban atas semua perbuatannya di dunia.
Maka Allah pun menurunkan aturan bagaimana cara menyembah-Nya di dunia, dan aturan inilah yang layak diutamakan dan didahulukan, bahkan menjadi landasan dan dasar pertimbangan bagi aturan-aturan teknis lainnya yang dibuat manusia untuk tidak menyimpang apalagi menyalahi dari aturan Allah.
Allah sendiri telah mengatur ketentuan hijab atau penutup aurat dengan jelas bagi Muslimah (tanpa terkecuali polisi wanita) pada QS 24:31 dan QS 33:59. Dan dipertegas dengan hijan kelakuan pada QS 33:33. Semua ulama salaf dari dulu hingga sekarang tidak ada yang berbeda pendapat tentang ketentuan hijab yang diambil dari kitab suci Al-Qur’an. Kitab yang diimani oleh mayoritas rakyat Indonesia termasuk kepolisian tentunya.
Tidak lantas karena Polri adalah lembaga resmi negara, lalu Polri boleh mengharamkan yang sudah dihalalkan oleh Allah atau bahkan melarang yang sudah Allah perintahkan kepada hamba-Nya.
Mengenai aturan teknis tentu saja itu kewenangan Polri dan bisa dibicarakan dibelakang, namun tidak dengan pelarangan dengan alasan belum ada peraturan atau payung hukum yang mengaturnya.
Apakah lantas ketika belum ada ketentuan Polri tentang shalat (yang juga sama wajibnya seperti hijab), lantas polisi-polisi harus menunda shalatnya? Tentu tidak.
Yang kedua, bukankah ketika seorang polisi lalu diapun bertakwa kepada Allah Tuhannya lantas dia akan semakin menjalankan tugasnya dengan baik? Karena bukan hanya manusia yang lemah dan terbatas sebagai pengawasnya, namun Allah Yang Maha Tahu dan Selalu Terjaga itulah yang mengawasinya. Nilai pekerjaannya pun menjadi ganda, mengamankan di dunia, dan diapun aman di akhirat.
Tentu jika seorang polisi lelaki maupun wanita dia menaati Allah, maka akan semakin aman tenteram negeri kita ini. Polisi akan jauh dari pandangan manusia yang negatif semisal suap, main hakim sendiri, menyulitkan dan arogan. Saya secara pribadi mengenal polisi-polisi yang salih dan taat dan itu sangat membentuk citra positif terhadap kepolisian.
Yang ketiga, bilapun Polri masih terbentur ketentuan hukum dan menunggu payung yang menjadi dasar administratif dari aturan berhijab tersebut, tidak perlu kiranya mengeluarkan pernyataan-pernyataan resmi dari petinggi Polri yang bisa menimbulkan keresahan pada ummat Islam, apalagi pernyataan yang terkesan mengolok-olok aturan Allah seperti “Polri itu organisasi resmi negara, bukan organisasi arisan ibu-ibu RT/RW”.
Apakah lantas yang dimaksud Wakapolri, hanya ibu-ibu arisan yang wajib menggunakan hijab? Atau malah memandang organisasi Polri lebih hebat dan lebih mulia dari arisan ibu-ibu RT/RW? MasyaAllah semoga Wakapolri selalu dijauhkan Allah dari sifat arogan dalam berlisan dan bertindak.
Sebagai rakyat biasa tentu kita mengharapkan kebijakan-kebijakan petinggi negara yang lebih bajik lagi dalam memandang satu hal, lebih memperhatikan bahwa kita bukan hanya manusia yang hanya hidup di dunia namun juga akan mempertanggungjawabkan semua yang kita punya pada Allah Swt.
Kita juga menghimbau kepada Polri untuk memberikan pengawasan ekstra pada pernyataan-pernyataan yang mengusik ketenangan dan memancing keburukan. Karena sebagaimana yang kita ketahui pada awal-awal isu hijab polwan di bulan Juni 2013 ini, Wakapolri (Nanan Soekarna) juga sempat mengeluarkan pernyataan “Aturan di kepolisian memang tidak boleh berjilbab,” lalu dilanjutkan “Kalau keberatan sebetulnya ya silakan, tidak jadi polwan”.
Keempat, mengenai busana Polri agar tidak makin seksi. Alhamdulillah, inilah yang pernyataan yang baik lagi sesuai dengan Islam. Sebagaimana kami kutipkan dari tempo.co/read/news/2013/12/02/063533889/Oegroseno-Jangan-Sampai-Jilbab-Lebih-Seksi
“Akhirnya dengan Irwasum memutuskan ditunda dulu. Jangan sampai menggunakan jilbab lebih seksi,” ujar Oegroseno dalam perayaan Ulang Tahun Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara, Senin, 2 Desember 2013.
Wakapolri Oegroseno berpendapat, model baju muslim lebih cocok digunakan ketimbang hanya jilbab namun bajunya masih ketat. “Nanti malah menimbulkan nafsu-nafsu tertentu,”
Begitulah seharusnya hijab syar’i, tidak ketat dan tidak transparan, karena sudah ada ketentuan-ketentuan dari Allah yang menjadi pembatas. Kita tentu mengapresiasi hal ini dan saya siap membantu seandainya Polri memerlukan konsultasi mengenai hijab syar’i yang bisa diaplikasikan di kepolisian.
Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi saya selaku hamba Allah yang masih jauh dari kebaikan-kebaikan yang Allah perintahkan. Juga sebagai tanda peduli saya pada kepolisian Indonesia, juga sebagai kewajiban saya sbagai seorang Muslim untuk menyampaikan Islam.
Kita doakan pula dengan tulus semoga Kapolri menuntaskan niat baiknya mengizinkan polwan untuk berhijab karena tidak pantas manusia melarang apa yang sudah diizinkan dan diwajibkan oleh AllahSwt. Pada Allah kita berserah dan kita mendoakan selalu agar polisi-polisi kita diberikan Allah kebaikan dan kemudahan dalam menaati-Nya
Akhukum @felixsiauw